Sabtu, 14 April 2012

Software Belajar Ilmu Tajwid

Saya ingin share sebuah software belajar ilmu tajwid lengkap. Software ini dilengkapi dengan petunjuk berupa audio dan visual, serta tanda-tanda baca yang sangat jelas sehingga memudahkan kita dalam memahami dan mempelajari ilmu tajwid. Hanya dengan satu kali klik, alat ini akan mengeluarkan suara sesuai dengan bacaan yang diklik serta menerangkan makna dan cara melafalkan bacaan tersebut.
Mulai dari bentuk, makhraj dan sifat huruf hijaiyah, hingga pengenalan ilmu tajwid, huruf qalqalah dan waqaf. Mudah-mudahan ini bisa membantu dan memperlancar kita dalam membaca dan memahami Al Quran. Bagi yang mau memiliki software ini silakan download di sini...
Semoga bermanfaat.
Billahitaufik walhidayah.
Referensi: www.macromedia.com

Selasa, 10 April 2012

Konsepsi Ketuhanan dan Kaitannya dengan Perikemanusiaan


Manusia dalam menjalin relasi dan berinteraksi dengan sekelilingnya dan lingkungannya, memiliki sebuah kemerdekaan untuk bertindak dan bersikap (meniadakan perbudakan, penjajahan, marginalisasi, dan tindakan tidak berperikemanusiaan lainnya). Kebebasan dan kemerdekaan ini pada hakikatnya memiliki batasan yang disebut dengan kebenaran. Maka manusia, walaupun tidak tunduk pada sesuatu apapun dari dunia di sekelilingnya, ia tetap harus tunduk pada kebenaran (pengabdian dan penyembahan).
Jadi kebenaran “ridho-Nya” merupakan tujuan hidup yang sebenarnya. Konsekuensi logis yang akan muncul adalah adanya tuntutan untuk melakukan pengabdian pada sang pemilik kebenaran mutlak dengan ikhlas agar mencapai kebenaran itu sendiri, dan keikhlasan akan mustahil adanya tanpa sebuah kemerdekaan.
“padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.” (QS. Al Lail; 19-21).
Semangat tauhid (pengabdian hanya kepada Tuhan YME) menimbulkan kesatuan tujuan hidup, kesatuan kepribadian dan kemasyarakatan. Kehidupan bertauhid tidak lagi berat sebelah, parsial dan terbatas. Manusia bertauhid adalah manusia yang sejati dan sempurna yang kesadaran akan dirinya tidak mengenal batas. Maka sirnalah batasan-batasan, sakralisasi-sakralisasi, dan fanatisme buta, terhadap materi, benda, suku, bangsa, organisasi, partai dan sebagainya.
Manusia yang bertauhid adalah manusia yang berperikemanusiaan, maka sebagai perwujudannya manusia yang bertauhid ini akan melaksanakan kerja-kerja kemanusian yang berupa amal shaleh, bentuknya bisa berupa usaha untuk menciptakan kebaikan, keindahan dan kenyamanan bagi sesama manusia (universal brotherhood).
Manusia yang bertauhid (berketuhanan YME) adalah manusia merdeka, ia tidak berbuat syirik, iapun bukan seorang musyrik. Ia tidak menggantungkan dirinya pada selain pemilik kebenaran mutlak “Tuhan”. Ia adalah manusia yang adil dan proporsional sehingga ia memandang sesuatu diluar dirinya selain Tuhan dengan pandangan yang wajar dan tidak berlebihan sehingga menghambakan diri lalu meniadakan kemerdekaannya sendiri. Oleh karenan itu dapat dipahami bahwa ketuhanan menimbulkan sikap adil kepada sesama manusia.
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An Nahl; 90).


Billahitaufik wal hidayah....