Senin, 17 Oktober 2011

HANYA MENGAKU MAHASISWA

Pagi hari tak terdengar kokok ayam seperti di desa. Hanya kumandang azan yang ramai sekali, bersahutan dari mesjid ke mesjid, dari mushola ke mushola. Lebih pagi lagi ketika bola raksasa berwarna keemasan mulai menampakkan ronanya, menghiasi angkasa di ufuk timur, menciptakan keindahan tiada tara. Aku terkesima hampir beberapa menit mengamati pertunjukan alam yang dipersembahkan untukku.
Jalan Tlogo Mas kembali ramai ketika pagi hari, hilir mudik kendaraan seperti aliran sungai tak pernah berhenti, sehingga kakek-kakek dan anak-anak yang ingin mnenyeberang jalan harus meminta bantuan satpam atau tukang parkir.
Beberapa anak muda yang mengaku mahasiswa baru bangun tidur, mengusap-usap matanya dengan tatapan kosong dan fikiran melayang. Sembari menggeliatkan badan, tangannya mencari hand phone. Melihat jam 8 pagi selimut ditariknya lagi, tidur dilanjutkan tak peduli orang lain sudah sibuk dengan kegiatannya, tak mau ambil tau orang lain sudah mencipta karya, tak acuh dengan pepatah bangun pagi banyak rezeki, bangun siang rezeki diambil ayam.
Beberapa anak muda lain yang mengaku mahasiswa berbondong mengunjungi sebuah bangunan yang bertulis “warnet”. “Mau kerjakan tugas” salah seorang dari mereka berkata. Sibuk browsing, klik sana sini mencari referensi seperti judul tugas yang diberi dosen. “Ah, bikin lama, repot, copy paste saja” terdengar bisik diantara mereka.
Di sudut salah satu kamar yang sepi, nyaris tak ada suara. Seorang anak muda memegang sebuah buku, matanya menatap lekat setiap baris kalimat yang tertera. Sesekali dahinya mengernyit, kemudian membuat catatan kecil berisi poin penting dari yang ia baca, ia tak perduli dengan keadaan sekelilingnya, tak tanggap akan perubahan sosial lingkungannya. Baginya nilai “A” adalah harga mati, anak muda ini juga mengaku mahasiswa.
Beberapa waktu yang lalu mereka yang mengaku mahasiswa berunjuk rasa, meneriakkan kata-kata cerdas dengan suara nyaring. Katanya “Kita harus perhatikan nasib rakyat kecil, kaum lemah dan tertindas, pemerintah tak boleh berlaku seenaknya, ini masalah keadilan” begitu lantang suaranya.
Yang lain ikut menambahkan “Coba perhatikan berapa banyak warga yang akan kehilangan pekerjaan dan otomatis menjadi pengangguran, siapa yang harus menanggung ini semua?” tak kalah lantang. Mereka sangat berani, bersemangat namun biasanya kuliah tak selesai.
Di lain tempat, mereka yang mengaku mahasiswa berkumpul, duduk rapat dengan kaki sedikit ditekuk, karena ruangan yang sempit seolah menjadi sesak. Mereka membicarakan macam-macam hal, seolah seperti orang pintar, berlagak serba tahu dengan gaya bicara dibuat-buat. Namun kadang tanpa referensi yang jelas, sehingga tak terarah. Mereka betah ber jam-jam, dan tak jarang hingga larut malam.
Di tempat ini suasananya beda, mereka yang juga ingin disebut mahasiswa berkumpul. Duduk bersama dengan riang gembira, menyanyi dengan diiringi sebuah gitar lapuk. Sesekali meneguk minuman berbau menyengat dari botol kaca. Bungkus makanan ringan berserakan, abu-abu rokok bertaburan. Mata mereka memerah, tapi tawanya semakin nyaring. Mereka tak perduli dengan orang lain, tak perduli dengan aturan RT, bahkan tak perduli dengan diri sendiri. Tragis.
Di tikungan jalan berdiri sebuah bangunan megah, di dalamnya dua orang tua yang mengaku anaknya mahasiswa bercerita dengan bangga. “Anakku sebentar lagi di wisuda, ia akan jadi sarjana seper ti aku” ujarnya dengan senyum mengembang.
Jauh di ujung desa, dua orang suami istri yang sudah renta juga bercerita. Mereka menceritakan anaknya yang katanya adalah mahasiswa. “Sebentar lagi anak kita diwisuda, bapak benar-benar bangga padanya” ucapnya dengan terisak karena tangis bahagia.
Selesai menulis catatan ini, benakku bertanya, "Seperti apa mahasiswa sesungguhnya?".............

Senin, 10 Oktober 2011

Menjadi Orang Sukses

HANYA ORANG YANG TAK PERNAH MENYERAH YANG AKAN JADI PEMENANG
Sesungguhnya tiada kesuksesan tanpa melalui sebuah perjuangan yang besar. Dan nanti akan berbuah indah pada waktunya, tentu saja jika semuanya bisa dilalui dengan sabar, iklas dan penuh tanggung jawab. Kedisiplinan adalah nilai yang tak boleh ditawar lagi dalam menuju sukses. Kedisiplinan akan selalu berbanding lurus dengan keberhasilan seseorang. Adalah hal mustahil seorang yang tak disiplin bisa mencapai kesuksesan. Ombak yang tenang tak akan menghasilkan pelaut yang tangguh. Dan hal-hal yang bagi sebagian orang adalah membahayakan, bagi pemenang itu adalah tantangan. Maka orang sukses bukan orang yang menghindari masalah, tapi ia adalah orang yang pandai menghadirkan solusi dari setiap permasalahan yang muncul.
Namun perlu disadri, bahwa banyak orang yang merencanakan untuk sukses tanpa dibarengi dengan action untuk mencapai sukses itu sendiri. Sehingga rencana hanya sebatas rencana dan wacana yang tak lebih dari sekedar pemanis bibir. Pastilah berbeda dengan orang yang benar-benar serius dalam mencapai kesusksesannya. Mereka akan mulai bergerak walau selangkah, perlahan namun pasti dan penuh rasa percaya diri.
Telah banyak orang yang memimpikan kesuksesan 10 tahun yang lalu. Tak sedikit pula orang yang mendambakan keberhasilan mereka di usia muda. Namun mereka tak berubah nasibnya seperti ketika mereka mengucapakn kata "Aku harus berhasil 10 tahun lagi". Berbeda mdengan orang-orang yang mengatakan "Aku ingin sukses" dan mereka membarengi ucapannya dengan kerja keras, disiplin dan fokus pada apa yang diimpikannya saat itu juga tanpa pernah menunda waktu.
Walaupun memang kesuksesan adalah hal yang relatif dan bersifat persepsi, namun harus disadari bahwa kesuksesan intinya adalah keberhasilan seseorang mencapai tujuannya.

Selasa, 26 Juli 2011

Catatan Tak Tentu

Sebuah nyanyian indah nan syahdu, mengalir dari sudut ruang gelap di lorong sempit. Mata-mata terkesiap dan kuping-kuping tercekat mendengarnya. Ia adalah nyanyian sepenuh jiwa, yang dilantunkan oleh seorang yang sedang dirundung duka nestapa.

Pagi itu aku bangun kesiangan, ketika kulihat dia sudah siap dengan seragam barunya. Tampak semangat sekali, aku tercenung sesaat sambil mengucek mata, kulirik dia. Jas yang dikenankannya tampak kebesaran, dan celana hitam pekat itu pun terlihat agak panjang. "Ada apa liat-liat?" tanyanya. "Enggak, bagus" celetukku seraya bergegas menuju kamar mandi dan mencuci muka.

Minggu, 19 Juni 2011

Inspirasi

Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki, Anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan.(Thomas Jefferson).

Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar (Mother Teresa)

Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan (Walt Disney.

Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawawi

Jumat, 27 Mei 2011

Kelompok Belajar Mengaji KOMUNI

Dalam minggu ini di Komisariat HMI Unitri ada sesuatu yang baru. Yaitu terbentuknya kelompok belajar mengaji yang diprakarsai bidang PTKP. Banyak yang tertarik belajar, tak hanya anggota, pengurus pun ikut belajar bersama-sama. Ada tiga jenis pembelajaran yang dipelajari, yang pertama adalah kelompok yang belajar pada tahap awal (pengenalan huruf dan menyambungkan huruf, kelompok kedua mempelajari makhrojul huruf, memperlancar bacaan, panjang pendek dan intonasi, kelompok ketiga mempelajari hukum dan ilmu tajwid dalam membaca Al Quran.
Dari beberapa kelompok juga ada yang berminat mempelajari Tilawatil Qur'an. Tilawatil Qur'an merupakan seni membaca indah Al Quran yang didalamnya terdapat bebrapa kaidah dan aturan disamping hukum dan ilmu tajwid. Maka seseorang yang ingin mempelajari tilawatil Qur'an hendaknya telah menguasai hukum tajwid dan lancar bacaannya. Bagi teman yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang Tilawatil Al Qur'an silakan klik

Sabtu, 21 Mei 2011

INDONESIAN FOOD FESTIVAL HIMATIP 2011

Negara kita sangat kaya akan bahan makanan, dan kita ketahui hampir disetiap daerah memiliki makanan khas daerah masing-masing. Berbagai makanan dan minuman yang merupakan penganan khas daerah meiliki nilai eksotis tersendiri yang penting untuk dilestarikan. Upaya ini bukan hanya untuk kepentingan variasi sumber bahan makanan, namun juga berfungsi dalam rangka mengenalkan ke khassan aneka makanan dan minuman daerah kepada mahasiswa sebagai generasi muda. Melalui ini pula diharapkan kita mampu mengembangkan kreasi makanan berbasis lokal menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan higienis.
Melihat kondisi di internal kampus Tribhuwana Tunggadewi sendiri yang notabene memiliki mahasiswa yang berasal hampir dari seluruh daerah di Indonesia. Maka menjadi hal yang penting bagi para mahasiswa ini untuk lebih mengenal makanan dan minuman yang khas dari daerah mereka.
Kondisi yang tidak bisa kita pungkiri juga adalah globalisasi disegala bidang yang mengharuskan kita untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing dengan produk impor, baik dari segi kuantitas terlebih kualitasnya. Tidak menutup kemungkinan makanan dan minuman khas daerah ini memiliki kualitas yang tinggi dan berpotensi menjadi bahan makanan baru yang berkualitas untuk dikonsumsi secara meluas bahkan mampu bersaing dengan produk impor.
Melihat beberapa hal di atas, Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) Universitas Tribhuwana Tunggadewi berinisiatif mengadakan event ini. Melalui acara ini diharapakan paling tidak kita bisa saling mengenal makanan dan minuman khas dari daerah masing-masing, sehingga efek selanjutnya adalah tumbuhnya rasa cinta akan produk makanan berbasis lokal.

Minggu, 15 Mei 2011

ENERGI KREASI ALAM BAWAH SADAR

Sudah seringkali kudengar ungkapan kaum bijak pandai. Dan juga sudah banyak ditulis, semua memfatwakan kalau kesuksesan berawal dari sebuah impian. Hari ini (15/05/11) ungkapan itu sekali lagi kudengar. Kali ini dengan mengutip pada sebuah penelitian, Kanda Ahmad Mukhlis Yusuf menyampaikannya. “Orang yang memilik impian kemudian menuliskannya, maka 75% kemungkinannya akan mencapai keberhasilan, namun mereka yang memiliki impian tanpa menuliskannya maka kemungkinan impian itu terwujud hanya 40%.” demikian pungkasnya.
Impian adalah hal yang gratis, siapa saja boleh bermimpi, memimpikan apa saja. Tak ada yang akan mengintervensi kita dalam bermimpi, maka bisa dan memiliki mimpi adalah sebuah anugerah yang harus kita manfaatkan secara optimal. Pertanyaannya “Sudahkah kita menciptakan mimpi sekarang?”
Semua mimpi pasti bisa diwujudkan asalkan kita bersungguh-sungguh dalam menggapainya. Namun seorang pemimpi janganlah mudah menyerah dan putus asa. Tak ada yang tidak memiliki kemungkinan di dunia ini, semuanya adalah mungkin.
Hal yang tak kalah penting juga adalah, ketika kita sudah menciptakan mimpi, maka kita harus yakin bahwa mimpi tersebut bisa diwujudkankan. Keyakinan yang kuat akan melahirkan motivasi yang besar dalam diri.
Maka, mari kita ciptakan mimpi, dilanjutkan dengan menyusun strategi dan upaya-upaya ke arah tercapainya impian itu. Hari ini misalnya saya bermimpi “Saya ingin jadi penulis hebat 10 tahun lagi” dan saya sudah menuliskannya, kemudian sebagai bentuk ikhtiar sederhana saya guna menuju ke arah terwujudnya impian itu adalah dengan menulis di blog yang kawan-kawan baca ini.
SELAMAT MENCIPTA MIMPI