Dalam minggu ini di Komisariat HMI Unitri ada sesuatu yang baru. Yaitu terbentuknya kelompok belajar mengaji yang diprakarsai bidang PTKP. Banyak yang tertarik belajar, tak hanya anggota, pengurus pun ikut belajar bersama-sama. Ada tiga jenis pembelajaran yang dipelajari, yang pertama adalah kelompok yang belajar pada tahap awal (pengenalan huruf dan menyambungkan huruf, kelompok kedua mempelajari makhrojul huruf, memperlancar bacaan, panjang pendek dan intonasi, kelompok ketiga mempelajari hukum dan ilmu tajwid dalam membaca Al Quran.
Dari beberapa kelompok juga ada yang berminat mempelajari Tilawatil Qur'an. Tilawatil Qur'an merupakan seni membaca indah Al Quran yang didalamnya terdapat bebrapa kaidah dan aturan disamping hukum dan ilmu tajwid. Maka seseorang yang ingin mempelajari tilawatil Qur'an hendaknya telah menguasai hukum tajwid dan lancar bacaannya. Bagi teman yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang Tilawatil Al Qur'an silakan klik
Jumat, 27 Mei 2011
Sabtu, 21 Mei 2011
INDONESIAN FOOD FESTIVAL HIMATIP 2011
Negara kita sangat kaya akan bahan makanan, dan kita ketahui hampir disetiap daerah memiliki makanan khas daerah masing-masing. Berbagai makanan dan minuman yang merupakan penganan khas daerah meiliki nilai eksotis tersendiri yang penting untuk dilestarikan. Upaya ini bukan hanya untuk kepentingan variasi sumber bahan makanan, namun juga berfungsi dalam rangka mengenalkan ke khassan aneka makanan dan minuman daerah kepada mahasiswa sebagai generasi muda. Melalui ini pula diharapkan kita mampu mengembangkan kreasi makanan berbasis lokal menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan higienis.
Melihat kondisi di internal kampus Tribhuwana Tunggadewi sendiri yang notabene memiliki mahasiswa yang berasal hampir dari seluruh daerah di Indonesia. Maka menjadi hal yang penting bagi para mahasiswa ini untuk lebih mengenal makanan dan minuman yang khas dari daerah mereka.
Kondisi yang tidak bisa kita pungkiri juga adalah globalisasi disegala bidang yang mengharuskan kita untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing dengan produk impor, baik dari segi kuantitas terlebih kualitasnya. Tidak menutup kemungkinan makanan dan minuman khas daerah ini memiliki kualitas yang tinggi dan berpotensi menjadi bahan makanan baru yang berkualitas untuk dikonsumsi secara meluas bahkan mampu bersaing dengan produk impor.
Melihat beberapa hal di atas, Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) Universitas Tribhuwana Tunggadewi berinisiatif mengadakan event ini. Melalui acara ini diharapakan paling tidak kita bisa saling mengenal makanan dan minuman khas dari daerah masing-masing, sehingga efek selanjutnya adalah tumbuhnya rasa cinta akan produk makanan berbasis lokal.
Melihat kondisi di internal kampus Tribhuwana Tunggadewi sendiri yang notabene memiliki mahasiswa yang berasal hampir dari seluruh daerah di Indonesia. Maka menjadi hal yang penting bagi para mahasiswa ini untuk lebih mengenal makanan dan minuman yang khas dari daerah mereka.
Kondisi yang tidak bisa kita pungkiri juga adalah globalisasi disegala bidang yang mengharuskan kita untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing dengan produk impor, baik dari segi kuantitas terlebih kualitasnya. Tidak menutup kemungkinan makanan dan minuman khas daerah ini memiliki kualitas yang tinggi dan berpotensi menjadi bahan makanan baru yang berkualitas untuk dikonsumsi secara meluas bahkan mampu bersaing dengan produk impor.
Melihat beberapa hal di atas, Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) Universitas Tribhuwana Tunggadewi berinisiatif mengadakan event ini. Melalui acara ini diharapakan paling tidak kita bisa saling mengenal makanan dan minuman khas dari daerah masing-masing, sehingga efek selanjutnya adalah tumbuhnya rasa cinta akan produk makanan berbasis lokal.
Minggu, 15 Mei 2011
ENERGI KREASI ALAM BAWAH SADAR
Sudah seringkali kudengar ungkapan kaum bijak pandai. Dan juga sudah banyak ditulis, semua memfatwakan kalau kesuksesan berawal dari sebuah impian. Hari ini (15/05/11) ungkapan itu sekali lagi kudengar. Kali ini dengan mengutip pada sebuah penelitian, Kanda Ahmad Mukhlis Yusuf menyampaikannya. “Orang yang memilik impian kemudian menuliskannya, maka 75% kemungkinannya akan mencapai keberhasilan, namun mereka yang memiliki impian tanpa menuliskannya maka kemungkinan impian itu terwujud hanya 40%.” demikian pungkasnya.
Impian adalah hal yang gratis, siapa saja boleh bermimpi, memimpikan apa saja. Tak ada yang akan mengintervensi kita dalam bermimpi, maka bisa dan memiliki mimpi adalah sebuah anugerah yang harus kita manfaatkan secara optimal. Pertanyaannya “Sudahkah kita menciptakan mimpi sekarang?”
Semua mimpi pasti bisa diwujudkan asalkan kita bersungguh-sungguh dalam menggapainya. Namun seorang pemimpi janganlah mudah menyerah dan putus asa. Tak ada yang tidak memiliki kemungkinan di dunia ini, semuanya adalah mungkin.
Hal yang tak kalah penting juga adalah, ketika kita sudah menciptakan mimpi, maka kita harus yakin bahwa mimpi tersebut bisa diwujudkankan. Keyakinan yang kuat akan melahirkan motivasi yang besar dalam diri.
Maka, mari kita ciptakan mimpi, dilanjutkan dengan menyusun strategi dan upaya-upaya ke arah tercapainya impian itu. Hari ini misalnya saya bermimpi “Saya ingin jadi penulis hebat 10 tahun lagi” dan saya sudah menuliskannya, kemudian sebagai bentuk ikhtiar sederhana saya guna menuju ke arah terwujudnya impian itu adalah dengan menulis di blog yang kawan-kawan baca ini.
SELAMAT MENCIPTA MIMPI
Impian adalah hal yang gratis, siapa saja boleh bermimpi, memimpikan apa saja. Tak ada yang akan mengintervensi kita dalam bermimpi, maka bisa dan memiliki mimpi adalah sebuah anugerah yang harus kita manfaatkan secara optimal. Pertanyaannya “Sudahkah kita menciptakan mimpi sekarang?”
Semua mimpi pasti bisa diwujudkan asalkan kita bersungguh-sungguh dalam menggapainya. Namun seorang pemimpi janganlah mudah menyerah dan putus asa. Tak ada yang tidak memiliki kemungkinan di dunia ini, semuanya adalah mungkin.
Hal yang tak kalah penting juga adalah, ketika kita sudah menciptakan mimpi, maka kita harus yakin bahwa mimpi tersebut bisa diwujudkankan. Keyakinan yang kuat akan melahirkan motivasi yang besar dalam diri.
Maka, mari kita ciptakan mimpi, dilanjutkan dengan menyusun strategi dan upaya-upaya ke arah tercapainya impian itu. Hari ini misalnya saya bermimpi “Saya ingin jadi penulis hebat 10 tahun lagi” dan saya sudah menuliskannya, kemudian sebagai bentuk ikhtiar sederhana saya guna menuju ke arah terwujudnya impian itu adalah dengan menulis di blog yang kawan-kawan baca ini.
SELAMAT MENCIPTA MIMPI
Minggu, 24 April 2011
Dampak Negatif Globalisasi
Globalisasi adalah suatu kondisi global yang memungkinkan orang saling berinteraksi tanpa mengenal batas wilayah negara. Keadaan ini membawa berbagai dampak tidak hanya yang positif tapi juga dampak negatif bisa timbul dari kondisi global ini.
Globalisasi di jaman ini telah melanda seluruh sendi kehidupan kita, mulai dari politik, budaya agama hingga sesuatu yang sangat remeh pun ternyata jika kita cermati telah pula terkena dampak globalisasi.
Tak terkecuali di bidang ekonomi dan perdagangan, terlebih di masa kini muncul berbagai organisasi lintas negara "internasional" yang bergerak di bidang perdagangan dunia. Di Indonesia sendiri kita mengenal dari yang namanya GATT (General Agreement of Tariffs and Trade) sampai ACFTA (CHINA-ASEAN FREE TRADE AREA) ACFTA merupakan salah satu perjanjian kerjasama ekonomi yang dibuat oleh ASEAN dengan Negara China. AFTA ini mulai berjalan efektif pada awal januari 2010.
Jika kita melihat dari satu sisi, maka akan kita temukan berbagai hal yang seolah-olah menguntungkan kita. Namun di sisi lain globalisasi juga membawa hal yang dapat menimbulkan masalah baru. Dalam bidang pertanian misalanya, bagaimana pasar kita di tanah air hari ini, tak mampu mengimbangi serbuan produk dari luar negeri, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Sehingga hal ini secara tidak langsung berdampak pada yang pertama adalah pola konsumsi masyarakat yang berubah cenderung memilih produk impor, terutama untuk kalangan menengah ke atas.
Efek yang kemudian muncul oleh hal ini tentu saja menurunnya permintaan produk atau komoditas yang dihasilkan petani kita, sementara permintaan produk (pertanian) impor semakin meroket.
Globalisasi di jaman ini telah melanda seluruh sendi kehidupan kita, mulai dari politik, budaya agama hingga sesuatu yang sangat remeh pun ternyata jika kita cermati telah pula terkena dampak globalisasi.
Tak terkecuali di bidang ekonomi dan perdagangan, terlebih di masa kini muncul berbagai organisasi lintas negara "internasional" yang bergerak di bidang perdagangan dunia. Di Indonesia sendiri kita mengenal dari yang namanya GATT (General Agreement of Tariffs and Trade) sampai ACFTA (CHINA-ASEAN FREE TRADE AREA) ACFTA merupakan salah satu perjanjian kerjasama ekonomi yang dibuat oleh ASEAN dengan Negara China. AFTA ini mulai berjalan efektif pada awal januari 2010.
Jika kita melihat dari satu sisi, maka akan kita temukan berbagai hal yang seolah-olah menguntungkan kita. Namun di sisi lain globalisasi juga membawa hal yang dapat menimbulkan masalah baru. Dalam bidang pertanian misalanya, bagaimana pasar kita di tanah air hari ini, tak mampu mengimbangi serbuan produk dari luar negeri, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Sehingga hal ini secara tidak langsung berdampak pada yang pertama adalah pola konsumsi masyarakat yang berubah cenderung memilih produk impor, terutama untuk kalangan menengah ke atas.
Efek yang kemudian muncul oleh hal ini tentu saja menurunnya permintaan produk atau komoditas yang dihasilkan petani kita, sementara permintaan produk (pertanian) impor semakin meroket.
Rabu, 20 April 2011
KEPEKAAN SOSIAL
Akhir-akhir ini kita menyaksikan berbagai bencana alam silih berganti menghampiri. Tak hanya di negeri kita Indonesia, melainkan juga di beberapa negara lain di belahan dunia. Bencana alam ini tentu selain akan merugikan berupa harta, jiwa dan bangunan, juga akan menyisakan luka yang mendalam bagi para korban.
Di sinilah keberadaan relawan di perlukan dalam membantu para korban. Tak terkecuali mahasiswa yang dengan Tri Dharma Perguruan Tingginya, maka hal ini merupakan salah satu perwujudan dari pengabdian kepada masyarakat. Bantuan yang diberikan bisa berupa materi (uang dan bahan makanan) maupun non materi (menghibur korban).
Dengan terjunnya mahasiswa ke ranah-ranah sosial di samping meringankan beban korban bencana, maka efek lain yang akan muncul adalah klarifikasi terhadap anggapan bahwa mahasiswa hanya orang yang bergelut dengan teori, sok tau, suka demo, rusuh dan sebagainya. Namun mahasiswa juga bisa menempatkan diri dalam masyarakat serta punya kepekaan sosial yang tinggi.
Di sinilah keberadaan relawan di perlukan dalam membantu para korban. Tak terkecuali mahasiswa yang dengan Tri Dharma Perguruan Tingginya, maka hal ini merupakan salah satu perwujudan dari pengabdian kepada masyarakat. Bantuan yang diberikan bisa berupa materi (uang dan bahan makanan) maupun non materi (menghibur korban).
Dengan terjunnya mahasiswa ke ranah-ranah sosial di samping meringankan beban korban bencana, maka efek lain yang akan muncul adalah klarifikasi terhadap anggapan bahwa mahasiswa hanya orang yang bergelut dengan teori, sok tau, suka demo, rusuh dan sebagainya. Namun mahasiswa juga bisa menempatkan diri dalam masyarakat serta punya kepekaan sosial yang tinggi.
Senin, 18 April 2011
KEBERADAAN PERHIMPUNAN DAERAH DI KALANGAN MAHASISWA
Perhimpunan mahasiswa berbasis kedaerahan memiliki daya tarik tersendiri dibanding organisasi-organisasi lain. Karena banyaknya kesamaan-kesamaan antar setiap anggotanya─budaya, bahasa, serta latar belakang sejarah─ sehingga dengan sendirinya akan memunculkan sinergitas yang kuat dalam menghimpun jalinan persaudaraan antar sesama mahasiswa sedaerah.
Kekhawatiran akan munculnya ego kedaerahan tentu bisa saja terjadi. Namun, hal ini bisa dieliminir dengan mengadakan kegiatan-kegiatan, pentas kesenian daerah misalnya, yang melibatkan seluruh perhimpunan mahasiswa daerah dari daerah-daerah lain yang bisa dijangkau di lingkup Universitas, sehingga perhimpunan mahasiswa tidak hanya menjadi sarana integrasi namun juga akan menjadi wadah aktualisasi.
Kekhawatiran akan munculnya ego kedaerahan tentu bisa saja terjadi. Namun, hal ini bisa dieliminir dengan mengadakan kegiatan-kegiatan, pentas kesenian daerah misalnya, yang melibatkan seluruh perhimpunan mahasiswa daerah dari daerah-daerah lain yang bisa dijangkau di lingkup Universitas, sehingga perhimpunan mahasiswa tidak hanya menjadi sarana integrasi namun juga akan menjadi wadah aktualisasi.
Sabtu, 02 April 2011
KEHARUSAN dan SEHARUSNYA
Sering kita mendengar dua kata yang berasal dari kata yang sama ini, yakni kata "harus"... Namun dalam penggunaanya pada kalimat akan menimbulkan makna dan arti berbeda,,,so bgaimana kwan2 menerjemahkan kata2 ini,,,atau dimana letak perbedaan maknanya,,,
Langganan:
Postingan (Atom)